Jumat, 16 Desember 2011

tugas 4



                                                                      Motivasi  


Motivasi adalah keadaan internal yang mengaktifkan, memandu dan mempertahankan perilaku. Psikologi pendidikan penelitian tentang motivasi berkaitan dengan kemauan atau akan bahwa siswa membawa ke tugas, tingkat ketertarikan mereka dan motivasi intrinsik, tujuan pribadi berpendapat bahwa memandu perilaku mereka, dan keyakinan mereka tentang penyebab keberhasilan atau kegagalan. Seperti penawaran motivasi intrinsik dengan kegiatan yang bertindak sebagai imbalan mereka sendiri, kesepakatan motivasi ekstrinsik dengan motivasi yang disebabkan oleh konsekuensi atau hukuman.

Suatu bentuk teori atribusi yang dikembangkan oleh Bernard Weiner [38] menjelaskan bagaimana keyakinan siswa tentang penyebab keberhasilan atau kegagalan akademis mempengaruhi emosi dan motivasi mereka. Misalnya, ketika siswa mengaitkan kegagalan dengan kurangnya kemampuan, dan kemampuan dianggap sebagai tak terkendali, mereka mengalami emosi rasa malu dan malu dan akibatnya mengurangi usaha dan menunjukkan kinerja yang lebih miskin. Sebaliknya, ketika siswa mengaitkan kegagalan dengan kurangnya usaha, dan usaha yang dianggap sebagai terkendali, mereka mengalami emosi rasa bersalah dan akibatnya meningkatkan upaya dan menunjukkan perbaikan kinerja.

Teori motivasi juga menjelaskan bagaimana tujuan pembelajar 'mempengaruhi cara mereka terlibat dengan tugas-tugas akademik [39]. Mereka yang memiliki tujuan penguasaan berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka. Mereka yang memiliki tujuan kinerja pendekatan yang berusaha untuk kelas tinggi dan mencari kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Mereka yang memiliki tujuan menghindari kinerja didorong oleh ketakutan akan kegagalan dan menghindari situasi di mana kemampuan mereka yang terkena. Penelitian telah menemukan bahwa penguasaan tujuan yang dikaitkan dengan hasil positif seperti ketekunan dalam menghadapi kegagalan, preferensi untuk tugas-tugas yang menantang, kreativitas dan motivasi intrinsik. Kinerja tujuan menghindari berhubungan dengan hasil negatif seperti kurang konsentrasi saat belajar, belajar tidak teratur, kurang swa-regulasi, pengolahan informasi dangkal dan kecemasan tes. Pendekatan tujuan kinerja yang dikaitkan dengan hasil positif, dan beberapa hasil negatif seperti keengganan untuk mencari bantuan dan pengolahan informasi dangkal.

  • Sejarah Teori Motivasi
Tahun 1950an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi.Teori-teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua faktor. Teori-teori kuno dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini yang digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi di dunia dalam menjelaskan motivasi karyawan.

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki milik Abraham Maslow.Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan yaitu fisiologis (rasa lapar,harus) dan kebutuhan fisik lainnya,rasa aman (rasa ingin di lindungi ),sosial (rasa kasih sayang,kepemilikan,penerimaan dan persahabatan),penghargaan dan aktualisasi diri .
  • Pandangan Motivasi Dalam Organisasi
Motivasi seperti yang telah disebutkan diatas, akan mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan bawahannya, yang selanjutnya akan menentukan efektifitas manajer. Ada dua factor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang, yaitu kemampuaan individu dan pemahaman tentang perilaku untuk mencapai prestasi yang maksimal disebut prestasi peranan. Dimana antara motivasi, kemampuan dan presepsi peranan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi.
  •  Teori-teori Motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.
Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain : (1) teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan); (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi); (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG); (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor); (5) teori Keadilan; (6) Teori penetapan tujuan; (7) Teori Victor H. Vroom (teori Harapan); (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku; dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. (disarikan dari berbagai sumber : Winardi, 2001:69-93; Sondang P. Siagian, 286-294; Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono,183-190, Fred Luthan,140-167).

KESIMPULAN

Ada dua factor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang, yaitu kemampuaan individu dan pemahaman tentang perilaku untuk mencapai prestasi yang maksimal disebut prestasi peranan. Dimana antara motivasi, kemampuan dan presepsi peranan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar